PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) mulai menyiapkan transformasi kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, menjadi ruang terbuka hijau sekaligus hutan konservasi kota.

Langkah tersebut ditandai dengan penanaman 285 bibit pohon di kawasan TPA Tamangapa, Senin (5/10/2026), bersama Badan Karantina Indonesia Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan.

Appi mengatakan, penghijauan merupakan bagian dari upaya mengubah wajah TPA yang selama ini identik dengan timbunan sampah. Kawasan yang telah selesai digunakan dan ditutup dengan cover soil akan diarahkan menjadi kawasan hijau yang memiliki fungsi ekologis sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Penanaman pohon di kawasan TPA sangat penting. Ini menjadi area tamasya dan bukit hijau setelah timbunan sampahnya dipadatkan dan ditutup lapisan tanah untuk ditanami ribuan pohon,” kata Appi.

Sebanyak 285 bibit yang ditanam terdiri dari berbagai jenis pohon, di antaranya 100 tabebuya, 50 salam, 25 sirsak, 25 jeruk nipis, 25 trembesi, serta pohon nangka, rambutan, mangga, sukun, sawo dan kelengkeng.

Menurut Appi, penghijauan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Penanaman pohon harus menjadi bagian dari penataan kawasan secara berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan wajah TPA yang semakin hijau bagi kawasan ini. Ini penting karena kita merencanakan bagaimana TPA ini bisa menjadi media untuk menanam berbagai macam pohon,” ujarnya.

Appi juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mencari dan mengembangkan tanaman endemik Sulawesi Selatan yang mulai jarang ditemui, seperti copeng, sattulu, bu’ne hingga kersen.

“Kita berharap TPA ini bukan hanya menjadi TPA secara hamparan, tetapi juga bisa menjadi hutan kota di kemudian hari,” katanya.

Kawasan TPA Tamangapa memiliki luas sekitar 21 hektare. Appi menargetkan perubahan wajah kawasan tersebut mulai terlihat dalam tiga hingga empat tahun mendatang seiring pertumbuhan pohon yang ditanam.

“ Kita maksimalkan, tiga sampai empat tahun sudah akan mulai kelihatan hasilnya,” ucapnya.

Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah

Selain penghijauan, Appi juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah. Menurutnya, TPA ke depan seharusnya hanya menerima sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Karena itu, pengurangan sampah dari sumber, terutama rumah tangga, menjadi bagian penting dalam transformasi TPA Tamangapa.

Pemkot Makassar juga terus menggunakan cover soil pada timbunan yang telah selesai digunakan untuk membantu mengurangi bau sekaligus memperbaiki kondisi kawasan.

Di sisi lain, sampah organik dari sejumlah pasar di Makassar mulai diarahkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak masyarakat sekitar. Volume sampah organik yang dimanfaatkan disebut mencapai sekitar 30 hingga 40 ton per hari.

Appi menilai pemanfaatan tersebut dapat menjadi bagian dari konsep ekonomi sirkular karena sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ke depan, Appi berharap kawasan TPA Tamangapa tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, tetapi berubah menjadi kawasan hijau, ruang edukasi lingkungan, sekaligus hutan konservasi kota yang dapat dinikmati masyarakat Makassar.



Follow Widget