Presiden meyakini bahwa persatuan dan kerja sama lintas elemen tersebut adalah modal utama yang tidak bisa digantikan oleh apa pun. Tanpa soliditas itu, kata Presiden, cita-cita menghadirkan Indonesia yang maju, kuat, dan sejahtera hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

Acara PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Limboto ini menjadi momentum simbolis sekaligus politis bagi pemerintah. Di satu sisi, ia menegaskan keberpihakan negara terhadap sektor pertanian dan kelautan; di sisi lain, ia menjadi panggung untuk menyampaikan visi besar swasembada pangan dan energi kepada publik luas.

Dengan ribuan petani dan nelayan sebagai saksi langsung, sambutan Presiden di Gorontalo ini diperkirakan akan terus menjadi rujukan publik dalam menilai konsistensi pemerintah menjalankan agenda kemandirian pangan dan energi dalam beberapa bulan mendatang, terutama saat B50 resmi diluncurkan Juli nanti.



Follow Widget