JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah konkret untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membuka tiga jalur PO Box khusus pengaduan. Kepala BGN, Sudaryono, secara langsung mengumumkan kebijakan itu dan mengajak masyarakat untuk tidak ragu memotret dan melaporkan setiap kejanggalan yang ditemukan di lapangan.
Pengumuman ini disampaikan Sudaryono dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan secara daring. Ia menegaskan bahwa BGN membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang terlibat dalam ekosistem MBG untuk menyampaikan keluhan, termasuk bagi mereka yang ingin melapor secara anonim.
Menurut Sudaryono, program MBG melibatkan empat pihak utama yang saling berkaitan. Pertama adalah BGN sebagai lembaga pengelola. Kedua adalah SPPI atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yakni para pengelola dapur. Ketiga adalah mitra atau yayasan yang bermitra dengan dapur-dapur tersebut. Keempat adalah masyarakat umum sebagai penerima manfaat sekaligus pengawas lapangan.
Keempat pihak ini, kata Sudaryono, kini memiliki saluran pengaduan masing-masing yang jelas dan terstruktur. Tujuannya agar setiap masalah dapat ditangani secara tepat sasaran dan tidak bercampur antara satu persoalan dengan persoalan lain.
PO Box pertama yang dibuka adalah PO Box 2045, yang diperuntukkan bagi pengaduan internal BGN. Saluran ini dapat digunakan oleh seluruh pegawai BGN di tingkat pusat maupun daerah, termasuk pengelola dapur, pengawas gizi, akuntan, dan staf internal yang bertugas di dapur-dapur MBG. Dengan adanya jalur ini, pegawai yang menemukan kejanggalan di internal lembaga tidak perlu khawatir soal cara menyampaikannya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.