Ia mengklaim capaian sektor pangan nasional sudah mulai menunjukkan hasil yang nyata. Bagi Presiden, pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi tawar Indonesia ketika menghadapi berbagai tantangan global yang kian tidak menentu.
Tidak berhenti di urusan pangan, Presiden juga menyinggung agenda besar lain: swasembada energi. Ia menilai pemanfaatan sumber daya nasional secara maksimal menjadi kunci agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
Salah satu langkah konkret yang akan ditempuh pemerintah adalah peluncuran B50 pada Juli mendatang. Program bahan bakar nabati dengan campuran 50 persen ini disebut sebagai bagian dari strategi besar memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Langkah ini menambah panjang daftar kebijakan biodiesel yang sebelumnya sudah berjalan melalui program B35 dan B40. Jika terealisasi sesuai rencana, B50 akan menjadi tonggak baru dalam upaya kemandirian energi nasional yang digadang-gadang pemerintah.
Menjelang penutupan sambutan, Presiden menyampaikan apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan. Petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, hingga Aparatur Sipil Negara, semuanya disebut satu per satu sebagai pihak yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.