“Bapak Presiden meminta kami, Menteri Keuangan, untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita,” ujar Airlangga.
Prinsip kehati-hatian atau prudensialitas perbankan menjadi satu dari beberapa hal yang mendapat perhatian khusus. Dengan jumlah bank yang cukup banyak di Indonesia, pemerintah menilai perlu ada kajian serius mengenai penguatan permodalan perbankan. Konsolidasi dan penguatan kapital bank dianggap sebagai bagian penting dari arsitektur ketahanan sistem keuangan nasional.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana banyak negara tengah memperkuat bantalan fiskal dan peraturan prudensial mereka sebagai respons terhadap ketidakpastian yang dipicu berbagai faktor — mulai dari tensi geopolitik, pergeseran kebijakan moneter negara-negara maju, hingga volatilitas harga komoditas yang masih berlanjut.
Bagi Prabowo, pertemuan dengan para veteran ekonomi ini bukan sekadar napak tilas. Ini adalah cara membangun kewaspadaan kolektif yang berbasis pengalaman nyata, bukan sekadar simulasi teori. Ia tampaknya ingin memastikan bahwa pemerintahannya tidak terkejut ketika tekanan eksternal benar-benar datang menghantam.
Pendekatan ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang memadukan tiga elemen: menghormati pengalaman masa lalu, memperkuat fondasi saat ini, dan mempersiapkan respons untuk masa depan. Ketiga elemen itu hadir dalam satu pertemuan singkat di Istana pada Jumat pagi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.