SHANGHAI, PUNGGAWANEWS – Hari pertama pameran internasional SIAL Shanghai 2026 langsung memberikan kabar menggembirakan bagi Indonesia. Paviliun Indonesia berhasil mencatat penandatanganan nota kesepahaman senilai 3,5 juta dolar AS — sebuah sinyal kuat bahwa produk pangan Indonesia semakin diminati pasar dunia.
Kehadiran Indonesia di ajang bergengsi ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah secara serius menjadikan SIAL Shanghai sebagai panggung strategis untuk memperluas ekspor, mempererat diplomasi ekonomi, sekaligus membuka pintu kerja sama dagang baru dengan Tiongkok dan negara-negara mitra lainnya.
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa industri makanan dan minuman merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Sektor ini bukan hanya menyumbang devisa, tetapi juga menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi tulang punggung ekspor nonmigas Indonesia.
“Indonesia terus mendorong penguatan industri makanan dan minuman sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Wamendag Roro, Senin, 18 Mei 2026.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.