Arah kebijakan itu kini semakin terang. Budi daya modern, produktivitas tinggi, serapan tenaga kerja yang nyata, dan orientasi ekspor yang kuat — empat pilar itu sedang dibangun bersama-sama, dengan udang sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru ekonomi nasional. Presiden Prabowo tampaknya telah memilih sektor ini sebagai salah satu warisan nyata kepemimpinannya.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia mampu menjadi produsen udang nomor satu di dunia. Pertanyaannya adalah: seberapa cepat?

FAQ

Apa itu BUBK Kebumen dan mengapa penting bagi Indonesia? BUBK (Budi Daya Udang Berbasis Kawasan) Kebumen adalah kawasan tambak modern seluas 100 hektare di Jawa Tengah yang dikelola dengan sistem terpadu dan teknologi akuakultur terkini. Kawasan ini penting karena menjadi model nasional transformasi tambak tradisional menuju sistem modern yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan, dengan nilai produksi mencapai potensi Rp134,4 miliar per tahun.

Berapa produktivitas udang di BUBK Kebumen dan berapa nilai ekonominya? Produktivitas tambak di BUBK Kebumen mencapai 40 ton per hektare dengan harga jual Rp70.000 per kilogram. Dengan 206 petak kolam, nilai produksi per siklus mencapai sekitar Rp67,2 miliar. Kawasan ini juga menyerap 650 tenaga kerja lokal dari masyarakat sekitar.

Apa rencana pemerintah setelah keberhasilan BUBK Kebumen? Pemerintah sedang membangun proyek serupa di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan luas lahan mencapai 2.000 hektare — jauh lebih besar dari Kebumen. Model BUBK Kebumen akan direplikasi sebagai acuan pengembangan budi daya udang modern di wilayah-wilayah pesisir Indonesia lainnya.