MIANGAS, PUNGGAWANEWS – Setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Presiden Prabowo Subianto langsung bertolak ke salah satu titik paling terpencil di Indonesia. Sabtu pagi, 9 Mei 2026, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, pesawat kepresidenan mendarat di Pulau Miangas, sebuah pulau kecil di ujung paling utara Indonesia yang lebih dekat ke Filipina daripada ke Manado.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Prabowo datang membawa enam menteri dan sejumlah pejabat terkait, dengan agenda yang menyentuh langsung kehidupan warga: mengecek kondisi puskesmas, ketersediaan air bersih, kualitas sekolah, jaringan komunikasi, hingga fasilitas umum yang digunakan sehari-hari oleh penduduk setempat.
Miangas bukan pulau yang mudah dijangkau. Luasnya hanya sekitar 3,5 kilometer persegi, dihuni oleh 823 jiwa yang terbagi dalam 232 kepala keluarga. Untuk mencapai pulau ini dari Pelabuhan Manado, dibutuhkan sekitar 24 jam perjalanan menggunakan kapal layar. Posisinya yang ekstrem di perbatasan membuat Miangas lebih sering disebut sebagai “beranda terdepan Nusantara.”
Di balik keterpencilannya, Miangas menyimpan denyut kehidupan yang hangat. Sebanyak 143 anak usia sekolah tumbuh di pulau ini, belajar dan bermain di tanah yang secara geografis jauh dari pusat kekuasaan, namun tetap kokoh dalam ikatan kebangsaan. Warganya dikenal ramah, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi toleransi serta semangat persaudaraan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.