Namun listrik yang dihasilkan dari bumi Jawa Barat itu justru belum sepenuhnya menerangi rumah-rumah warganya sendiri. Bahkan mereka yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit pun masih ada yang hidup dalam kegelapan ketika malam tiba.

Dedi menyatakan komitmennya untuk menuntaskan persoalan ini pada 2027. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tegasnya, tengah bekerja keras memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dari akses listrik dasar.

Gestur menempatkan rakyat kecil di kursi VIP ini bukan yang pertama dari Dedi Mulyadi sejak ia memimpin Jawa Barat. Sejak awal masa jabatannya, ia kerap mengambil langkah-langkah yang bertentangan dengan protokol birokrasi yang selama ini dianggap baku. Gaya komunikasinya yang lugas dan kedekatannya dengan lapisan bawah masyarakat membuatnya menjadi salah satu figur kepala daerah yang paling banyak dibicarakan secara nasional.

Namun di balik pencitraan yang kerap viral di media sosial, pertanyaan mendasar tetap relevan untuk diajukan: seberapa jauh komitmen itu berbuah kebijakan konkret yang benar-benar mengubah kehidupan warga?

Jawaban sebagiannya mungkin terletak pada angka-angka yang ia sebut sendiri. Dari lebih dari 500.000 warga tanpa listrik ketika ia mulai menjabat, kini tersisa sekitar 80.000. Progres itu nyata, meski masih jauh dari kata selesai.



Follow Widget