Ia secara khusus menyebut para petugas Linmas yang rata-rata berusia 60 tahun, namun tetap berdiri tegak mengikuti upacara hingga selesai. Penghargaan juga diberikan kepada ribuan petugas kebersihan jalan yang setiap pagi membersihkan ruas-ruas jalan di seluruh wilayah Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jabar, menurut Dedi, telah merekrut hampir 3.000 tenaga kebersihan untuk tugas mulia tersebut.
Namun di balik semarak perayaan kemerdekaan, Dedi tidak menutup mata terhadap ironi yang masih membelit Jawa Barat. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh warga Jabar, baik yang berada di dalam provinsi, di luar provinsi, maupun yang sedang merantau ke luar negeri demi mencari nafkah.
Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, kata Dedi, belum cukup untuk membebaskan seluruh rakyat Jawa Barat dari keterbatasan. Salah satu yang ia soroti secara khusus adalah masalah kelistrikan yang hingga kini belum tuntas.
Saat ia resmi menjabat sebagai Gubernur pada 2025, tercatat lebih dari 500.000 warga Jawa Barat masih hidup tanpa aliran listrik. Angka itu berhasil ditekan secara signifikan, namun hingga Agustus 2026, masih ada sekitar 80.000 warga yang belum menikmati penerangan di malam hari.
Yang membuat kondisi ini terasa lebih miris, Jawa Barat sejatinya adalah salah satu pusat energi terbesar di Indonesia. Provinsi ini memiliki sejumlah pembangkit listrik tenaga air berskala besar, mulai dari Waduk Jatiluhur, Jatilihur, Cirata, Saguling, hingga Jati Gede. Belum lagi potensi panas bumi yang tersebar di berbagai pegunungan di wilayah ini, yang turut menyumbang pasokan listrik bagi berbagai daerah di seluruh Indonesia.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.