Menurut MUI, keterlibatan seorang seniman dalam mendukung institusi militer yang dituduh melakukan genosida di Gaza adalah hal yang tidak dapat dikesampingkan hanya karena alasan seni atau hiburan semata.
Sudarnoto juga menyoroti dimensi prinsipil dari persoalan ini. Ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang pernah merasakan pahitnya penjajahan memiliki tanggung jawab moral untuk tidak memberi ruang kepada mereka yang mendukung penjajahan di belahan dunia mana pun.
“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” katanya.
Lebih jauh, MUI mengungkapkan keprihatinan atas keterlibatan sejumlah kementerian dalam mendukung penyelenggaraan konser ini. Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif disebut-sebut memberikan dukungan terhadap rencana acara tersebut. MUI menilai sikap ini bertentangan dengan semangat konstitusi dan keberpihakan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina yang telah lama tertuang dalam kebijakan luar negeri nasional.
“Meraih keuntungan ekonomi dengan cara menghadirkan seorang pro-Zionis seperti Bocelli adalah cara-cara yang tidak bersesuaian dengan jiwa dan semangat bangsa Indonesia untuk menghapuskan penjajahan,” tegas Sudarnoto.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.