HALMAHERA, PUNGGAWANEWS – Sebuah tonggak sejarah industri nasional berdiri kokoh di tanah Halmahera. Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking dan komersialisasi 11 ekosistem hilirisasi nikel sekaligus menandai ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Prabowo hadir langsung di hadapan ribuan karyawan dan tamu undangan, menekan tombol sirene sebagai simbol dimulainya era baru industri hilir berbasis nikel di Indonesia Timur. Momen itu bukan sekadar seremoni — ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi yang selama ini digaungkan mulai berbuah konkret.

Kawasan Industri Weda Bay atau Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bukan nama baru dalam peta industri nasional. Sejak beroperasi pada 2018, kawasan ini telah menyerap investasi senilai 20 miliar dolar AS dan menampung lebih dari 100 ribu tenaga kerja, dengan 77 persen di antaranya berasal dari Maluku Utara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, memaparkan bahwa dari 11 proyek yang diluncurkan hari ini, empat proyek telah memasuki tahap komersialisasi dan telah menghasilkan ekspor senilai 3,4 miliar dolar AS. Sementara tujuh proyek lainnya baru memulai konstruksi dengan nilai investasi mencapai 6,8 miliar dolar AS.

Keempat proyek yang resmi beroperasi secara komersial adalah Blue Sparking Energy, RPT Batero Indonesia, Pioneer Aluminum Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing. Adapun tujuh proyek yang groundbreaking-nya diresmikan meliputi Guang Cobalt, Ino Prima Material, Tinch Materials, Indonesia Wedabay Aluminum, Bintang Karya Aluminum Flat, Solar Energy Indonesia, serta Foton Guang Cing Motor Indonesia.



Follow Widget