PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi membawa sejumlah kebutuhan strategis daerah ke Komisi VII DPR RI. Mulai dari penguatan industri dan pariwisata hingga pembangunan infrastruktur kepulauan, Munafri berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan Kota Makassar.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Appi menegaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di kawasan Indonesia Timur. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,04 persen, ia menilai diperlukan kebijakan yang mampu memperkuat daya saing daerah dan membuka ruang lebih besar bagi pengembangan industri.
Menurutnya, Makassar memiliki keunggulan geografis, terutama karena berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui dukungan kebijakan yang mendorong aktivitas perdagangan dan pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah.
“Kami tidak punya sumber daya alam, tapi kami punya letak geografis yang sangat menguntungkan. Kota ini menjadi kota yang sangat sentral, khususnya di ALKI II, sehingga pola perdagangan barang dan jasa menjadi backbone kami untuk ,” ujar Appi.
Ia juga meminta pemerintah pusat mempertimbangkan insentif bagi bahan baku yang masuk untuk diolah di daerah. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu industri lokal berkembang, termasuk sektor garmen yang masih menghadapi tantangan biaya bahan baku.
Selain industri, Appi menyoroti kebutuhan infrastruktur pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebagai kota yang kerap menjadi tuan rumah kegiatan nasional dan internasional, Makassar membutuhkan fasilitas representatif untuk pertunjukan seni, budaya, serta kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
Menurutnya, ketersediaan gedung dengan kapasitas memadai akan memperkuat posisi Makassar sebagai pusat kegiatan sekaligus mendorong perputaran ekonomi dari sektor pariwisata dan jasa.
Appi turut mendorong penguatan gastronomi sebagai bagian dari identitas dan daya tarik wisata Makassar. Ia berharap pemerintah pusat dapat mendukung upaya pengakuan gastronomi Makassar di tingkat internasional, termasuk melalui penjajakan pendaftaran sebagai warisan gastronomi UNESCO.
Namun, salah satu perhatian utama yang disampaikan Appi adalah kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan Spermonde.
Ia menjelaskan, akses dermaga sangat dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar konektivitas antarpulau, serta membuka peluang pengembangan wisata bahari. Persoalannya, kewenangan Pemerintah Kota Makassar dalam pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut masih terbatas.
“Kami cuma punya kewenangan yang di daratnya. Sementara pembangunan dermaga dan sebagainya itu kami tidak punya kewenangan di sana. Sehingga kalau bisa, kami diberikan akses untuk bisa membangun dermaga di pulau-pulau kami,” tegasnya.
Appi berharap persoalan kewenangan dan dukungan pembangunan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga kebutuhan masyarakat kepulauan memperoleh penanganan yang lebih konkret.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR RI, khususnya untuk menghimpun informasi mengenai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah di sektor perindustrian dan pariwisata.
“Kami hadir dalam rangka menggali informasi dan memperoleh gambaran faktual, catatan, serta tantangan dan masalah yang dihadapi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, Pemkot Makassar berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan dukungan program pemerintah pusat, terutama untuk memperkuat industri, meningkatkan daya tarik pariwisata, serta memperbaiki konektivitas wilayah kepulauan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.