Tafsir juga menekankan pentingnya dampak berganda yang diharapkan dari investasi ini. Tidak hanya soal -obatan yang tersedia untuk jaringan rumah sakit Muhammadiyah, tapi juga perputaran ekonomi di tingkat lokal, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ketahanan kesehatan nasional yang selama ini masih rentan.
Suara dari pihak investor asing tak kalah lantang. Mohd Ismail Shariff, Chairman Ampro Singapore, menyebut investasi ini bukan sekadar mengejar keuntungan finansial jangka pendek. Ia mengemas visi Ampro dalam satu frasa yang tegas, “from investment to impact.”
“Ampro bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia siap berkontribusi aktif memperkuat ekosistem farmasi Indonesia, membuka ribuan peluang kerja, serta menghadirkan transfer keahlian teknologi di tingkat regional,” ujar Ismail. Ia berkomitmen membangun infrastruktur manufaktur berstandar global, bukan sekadar mendirikan pabrik lalu pergi.
Kehadiran pemerintah daerah dalam momen ini diwakili oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari. Ia menyambut hangat keputusan investor memilih Kendal sebagai lokasi pembangunan pabrik. Bagi Dyah, investasi semacam ini adalah angin segar bagi daerah yang terus berupaya memperkuat basis industrinya.
Kendal memang bukan nama baru dalam peta investasi Jawa Tengah. Kawasan industri di wilayah ini telah menarik sejumlah investor asing dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran pabrik farmasi berstandar tinggi diharapkan menjadi magnet baru sekaligus mendorong multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.