Pengamatan serupa disampaikan Intan Marshaulena, guru IPS di SMP Negeri 3 Sitolu Ori. Menurutnya, manfaat MBG terasa signifikan khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T yang selama ini menghadapi keterbatasan akses kesehatan dan gizi.
Bagi murid, revitalisasi sekolah membawa harapan baru untuk generasi berikutnya. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya sempat menjadi tantangan tersendiri dalam belajar.
“Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” ujarnya.
Peninjauan ini juga menjadi momen peresmian program revitalisasi satuan pendidikan secara lebih luas di Kabupaten Nias Utara. Mendikdasmen Abdul Mu’ti hadir bersama Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu dan Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga dalam acara pencanangan tersebut.
Data menunjukkan progres yang cukup signifikan. Sebanyak 33 satuan pendidikan telah selesai direvitalisasi sepanjang 2025, sementara 21 satuan pendidikan lainnya sudah ditetapkan sebagai penerima bantuan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.