NIAS, PUNGGAWANEWS – Bangku sekolah reyot dan ruang kelas seadanya kini perlahan jadi cerita masa lalu di Nias Utara. Kabupaten yang masuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) ini sedang mengalami transformasi pendidikan yang terasa langsung oleh murid dan guru di lapangan.
Perubahan itu lahir dari perpaduan tiga program pemerintah: Revitalisasi Satuan Pendidikan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Digitalisasi Pembelajaran. Ketiganya berjalan beriringan, menyentuh aspek fisik sekolah, kesehatan anak, hingga akses teknologi belajar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti turun langsung memantau hasilnya. Ia meninjau pelaksanaan MBG, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), dan progres revitalisasi di SMP Negeri 1 Sitolu Ori serta SMP Negeri 3 Sitolu Ori pada akhir pekan lalu.
Mu’ti menegaskan bahwa program-program ini tidak sekadar membangun gedung. Fokus utamanya adalah memastikan kualitas layanan pendidikan yang dirasakan murid setiap hari di ruang kelas.
“Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.