SINJAI, PUNGGAWANEWS – Kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Sinjai kembali mendapat panggung melalui Sinjai Culture Fest 2026 yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai bersama Politeknik Pariwisata Makassar Kampus Ujung Pandang.

Festival budaya tahunan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (12-13/8/2026), di kawasan Benteng Balangnipa, Kabupaten Sinjai. Mengusung tema “Harmoni Budaya, Harmoni Kemerdekaan”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sinjai Culture Fest menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari pentas tari, pertunjukan musik hingga lomba busana berbahan wastra khas daerah.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam festival tersebut adalah Lomba Busana Wastra Wawasan Nusantara. Peserta ditantang mengembangkan kreativitas melalui busana berbahan wastra, khususnya kain sutera tradisional khas Sinjai, dengan tetap mempertahankan unsur kearifan lokal.

Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk budaya lokal sekaligus mendorong upaya pelestariannya.

“Melalui lomba ini kita berharap dengan busana wastra ini masyarakat makin mencintai dan melestarikan kain sutera tradisional khas Kabupaten Sinjai,” ujar Ratnawati.

Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda agar nilai-nilai tradisi tetap hidup dan dapat berkembang mengikuti zaman.

“Saya mengajak kepada para generasi muda untuk mengambil peran dan berkontribusi dalam melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Sinjai,” katanya.

Sinjai Culture Fest 2026 resmi dibuka oleh Bupati Ratnawati. Pembukaan ditandai dengan tabuhan gendang yang menjadi simbol dimulainya rangkaian festival.

Ratnawati juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai dengan Politeknik Pariwisata Makassar Kampus Ujung Pandang dalam menggelar festival tersebut.

“Alhamdulillah ini adalah sebuah momentum melahirkan karya-karya anak bangsa yang harus dijaga dalam bentuk kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sinjai,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai, Andi Mandasini, mengatakan Sinjai Culture Fest telah menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga sarana memperkenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya Sinjai.

“Sinjai Culture Fest ini merupakan event tahunan yang telah masuk ke dalam kalender event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. Bertujuan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan kepada masyarakat terhadap budaya yang ada di Kabupaten Sinjai,” kata Andi Mandasini.

Kolaborasi pemerintah daerah dan institusi pendidikan vokasi pariwisata dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan event berbasis potensi lokal. Di sisi lain, festival tersebut menjadi ruang bagi seniman dan pelaku budaya untuk menampilkan karya sekaligus memperluas pengenalan wastra dan kesenian Sinjai.

Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD, organisasi kemasyarakatan, BUMN, serta para penggiat seni.

Melalui Sinjai Culture Fest 2026, Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap budaya lokal tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan menjadi bagian dari kreativitas, pariwisata, dan identitas daerah yang dapat dikenal lebih luas.

FadelM (Biro Sinjai)



Follow Widget