Makna yang Lebih Dalam dari Sekadar Ritual

Lempar jumrah bukan seremoni fisik belaka. Ia adalah pernyataan sikap. Setiap lemparan batu melambangkan penolakan terhadap hawa nafsu, kesombongan, amarah, dan bisikan yang menjauhkan manusia dari kebaikan.

Nilai ini seharusnya tidak berhenti di Mina. Semangat “melempar setan” yang dilatih selama haji idealnya terus hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari setelah jemaah kembali ke tanah air. Inilah inti dari haji yang mabrur — bukan hanya perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan perjalanan batin menuju pribadi yang lebih baik.