Tata Cara yang Benar, Bukan Soal Kekuatan
Sebelum menuju Jamarat, jemaah biasanya mengambil batu kerikil di Muzdalifah atau di lokasi lain yang diperkenankan. Ukurannya tidak perlu besar — cukup sebesar biji kacang. Batu yang terlalu besar justru tidak dianjurkan.
Saat melempar, jemaah menghadap ke arah tiang jumrah dan melempar batu satu per satu — bukan sekaligus — sambil membaca Bismillahi Allahu Akbar di setiap lemparan. Yang menjadi penentu keabsahan bukan seberapa keras batu dilemparkan, melainkan apakah niat dan tata caranya terpenuhi dengan benar.
Jemaah sangat dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa, tidak saling dorong, dan mengikuti alur jalur yang telah ditetapkan oleh petugas. Ketertiban bukan hanya soal kenyamanan — ini bagian dari menjaga keselamatan diri dan sesama jemaah.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.