MEKKAH, PUNGGAWANEWS – Satu pesan keras datang dari Ketua Musyrif Diny, KH Cholil Nafis, kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang kini tengah berada di Tanah Suci: hentikan “haji mumpung” sebelum fisik terkuras sebelum waktunya.

Pernyataan itu disampaikan Cholil di Makkah pada Minggu, 24 Mei 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kondisi fisik jemaah yang kerap menghabiskan energi untuk aktivitas di luar ibadah inti, hanya karena merasa sayang melewatkan kesempatan selama di Tanah Suci.

“Jangan sampai tenaga sepenuhnya digunakan untuk hal-hal yang apalagi hanya main-main atau jalan-jalan. Itu dikendali dulu,” tegas Cholil. Imbauan ini bukan tanpa alasan. Puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina — yang dikenal dengan sebutan Armuzna — menuntut kekuatan fisik yang luar biasa dan tidak bisa ditawar.

Cholil mengingatkan bahwa haji bukan sekadar ritual spiritual, melainkan juga ujian ketahanan tubuh. Jemaah yang tidak menyimpan energi dengan baik berisiko kehabisan stamina justru saat momen paling penting tiba. Karena itu, ia meminta seluruh jemaah untuk mengubah cara mereka mengisi waktu selama masa menunggu sebelum puncak haji.

Sebagai gantinya, jemaah dianjurkan memperbanyak amalan di dalam hotel atau penginapan. Berzikir, beriktikaf, dan beristirahat adalah pilihan yang jauh lebih bijak ketimbang berziarah ke tempat-tempat yang mengharuskan berjalan jauh di bawah terik matahari Makkah.