JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Baru saja dilantik, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, langsung memasang garis tegas: tidak ada ruang bagi praktik korupsi, percaloan, maupun penyalahgunaan pengaruh dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikannya usai pelantikan di Istana Merdeka, Rabu malam, 22 Juli 2026.

Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus pada pemulihan kesehatan. Mundurnya Nanik menarik sorotan luas, mengingat ia baru menjabat sekitar satu setengah bulan. Nanik sendiri sebelumnya ditunjuk untuk menggantikan para pejabat BGN yang terseret kasus korupsi pada akhir Mei 2026.

Pergantian kepemimpinan yang beruntun ini menjadikan BGN berada di bawah tekanan besar. Program MBG yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Presiden Prabowo kini menuntut sosok pemimpin yang tak hanya cakap secara teknis, tetapi juga bersih dari konflik kepentingan.

Sudaryono tampaknya menyadari beban tersebut. Sejak hari pertama, ia mengumumkan bahwa seluruh proses di BGN harus berjalan secara terbuka, resmi, dan dapat diawasi publik. Tidak ada jalur khusus, tidak ada pengecualian—bahkan bagi orang-orang yang mengaku dekat dengannya.

“Kalau nantinya ada orang yang menawarkan jasa dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya—keluarga, sahabat, teman alumni—dan dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar,” tegasnya kepada wartawan.



Follow Widget