JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Peringatan keras datang dari pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Di tengah maraknya kasus korupsi yang masih membelit negeri ini, Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas mengeluarkan seruan terbuka kepada seluruh koruptor di Indonesia—baik yang sudah tertangkap maupun yang masih bebas berkeliaran—untuk segera bertobat sebelum terlambat.
Seruan ini bukan sekadar imbauan moral biasa. Buya Anwar menyertakan dalil-dalil shahih dari hadis dan Alquran yang menggambarkan betapa dahsyat dan mengerikannya azab yang menanti para pelaku korupsi di akhirat kelak. Peringatan itu disampaikan dalam keterangannya pada Jumat, 24 Juli 2026.
Dalam pandangan Islam, korupsi dikenal dengan istilah ghulul—yakni pengkhianatan terhadap amanah dengan mengambil harta yang bukan haknya secara batil. Buya Anwar menegaskan bahwa perbuatan ini bukan hanya merugikan masyarakat dan merusak sendi kehidupan berbangsa, tetapi juga telah mengundang murka Allah SWT secara langsung.
“Korupsi adalah perbuatan zalim dan dosa besar yang sangat dicela dalam Islam,” tegas Buya Anwar.
Untuk menggugah nurani para koruptor, Buya Anwar membeberkan sejumlah gambaran siksa neraka yang bersumber dari hadis shahih dan firman Allah. Ia memulai dengan hadis riwayat Imam Muslim yang menjelaskan tingkatan azab di neraka. Bahkan siksaan paling ringan bagi penghuni neraka pun sudah tak tertahankan: dua buah sandal dari api yang panasnya mampu membuat otak seseorang mendidih seperti air di dalam kuali yang sedang dimasak.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.