BANDUNG RAYA, PUNGGAWANEWS – Sebuah momen yang langsung memantik sorak sorai ribuan orang terjadi di Jawa Barat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, secara terang-terangan memuji aura Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di hadapan lebih dari 4.000 peserta apel gabungan penanganan darurat sampah, pada Jumat, 24 Juli 2026. Tak berhenti di situ, Zulhas bahkan menyinggung Pilpres 2029—pernyataan yang sontak disambut teriakan antusias massa.
“Auranya sepertinya akan menggetarkan Indonesia,” ujar Zulhas, disambut sorak riuh peserta apel. Ketika ia menyebut tahun 2029, kerumunan langsung bergemuruh—seolah memahami makna tersirat di balik angka itu.
Acara tersebut berlangsung di kawasan Bandung Raya, dihadiri oleh berbagai elemen: bupati, wali kota, Kepala Polisi Daerah, Pangdam, Sekretaris Daerah, rektor perguruan tinggi, aktivis lingkungan, LSM, anggota TNI, pramuka, hingga warga dari tingkat RT dan RW. Sebuah mobilisasi besar yang menggambarkan keseriusan pemerintah menghadapi krisis yang sudah lama mengancam.
Krisis yang dimaksud bukan soal politik—melainkan sampah. Bandung Raya, menurut Zulhas, menghasilkan hampir 2.000 ton sampah per hari. Angka ini menempatkan kawasan tersebut dalam kategori darurat. Dan Bandung Raya bukan satu-satunya. Hampir 60 kota di Indonesia kini menghadapi situasi serupa—Jakarta, Tangerang Selatan, dan puluhan daerah lainnya.
Zulhas mengingatkan tragedi yang sudah berulang kali terjadi akibat pengelolaan sampah yang buruk. Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Jati Waringin, insiden Leuwi Gajah di Cimahi, hingga korban jiwa di Bantar Gebang Jakarta menjadi bukti bahwa persoalan ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan—melainkan ancaman keselamatan nyawa.




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.