BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Sebuah pemandangan yang seharusnya tidak ada justru menjadi kenyataan di jantung Kota Bandung — seorang warga mendirikan tenda di trotoar jalan protokol, tidur di sana, memasak, bahkan menjadikannya tempat tinggal sementara selama dua minggu, tanpa ada satu pun petugas yang bertindak.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM turun langsung ke lokasi usai mendapat laporan bahwa kawasan trotoar di dekat Gedung Sate, tepatnya di Kelurahan Sadang Serang dan Lebak Gede, Kecamatan Coblong, Bandung, telah menjadi “hunian liar” di ruang publik. Pemandangan itu sontak membuatnya murka sekaligus prihatin.
Saat tiba di lokasi, KDM mendapati sebuah tenda berdiri kokoh di atas trotoar. Penghuninya mengaku sudah dua minggu bermukim di sana. Tak jauh dari tenda, sebuah mobil bekas milik seseorang yang telah meninggal juga terparkir di pinggir jalan selama berbulan-bulan tanpa ada yang menyentuhnya.
KDM tidak langsung marah. Ia justru mendekati warga satu per satu, bertanya asal-usul mereka, mendengarkan cerita di balik kehadiran mereka di trotoar itu. Ada ibu penjual kopi, ada pedagang kaki lima dari Garut yang membawa anak, ada pula pemilik mobil sewaan yang bingung kemana harus memarkir kendaraannya.
Kepada warga yang mendirikan tenda, KDM langsung memerintahkan agar tenda segera dibongkar. Ia tidak memberikan toleransi untuk penggunaan fasilitas publik sebagai hunian. Namun caranya tidak represif — ia berbicara langsung, mendengarkan alasan, lalu menawarkan solusi konkret.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.