BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak menghindari kritik pedas yang dilontarkan kepadanya di media sosial. Alih-alih defensif, pria yang akrab disapa KDM itu justru mengakui sejumlah kekurangan sambil memaparkan data pembanding yang ia yakini mencerminkan perubahan nyata di lapangan.
Kritik yang menghantam KDM bukan sembarangan. Pengirimnya mempertanyakan relevansi popularitas sang gubernur di media sosial dengan capaian nyata pemerintahannya—apakah kemiskinan berkurang, pengangguran turun, dan apakah Jawa Barat masuk kategori provinsi berkualitas hidup baik berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Pertanyaan itu menohok. Data BPS yang dikutip pengkritiknya memang menunjukkan bahwa Jawa Barat selama ini tidak termasuk dalam 10 besar provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaik secara nasional.
Dedi tidak berkelit. Ia mengakui tiga poin yang disoroti: angka kemiskinan yang belum turun signifikan, pengangguran yang masih tinggi, dan posisi IPM Jawa Barat yang memang sudah lama terperosok di papan bawah. “Memang Bang, saya akui itu benar,” katanya, dengan nada yang jarang terdengar dari seorang pejabat publik, seperti dikutip dari Akun Facebooknya.
Namun Dedi juga meminta sang pengkritik untuk membuka data BPS terbaru, khususnya periode 2025–2026. Menurutnya, sejak ia memimpin, angka pengangguran tercatat mengalami penurunan—memang tidak drastis, tapi ada pergerakannya. Begitu pula angka kemiskinan yang ia sebut mulai merangkak turun, meski belum memenuhi target yang diharapkan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.