Di sisi lain, aparat juga menyasar pelanggaran lalu lintas yang kerap memicu keresahan warga, khususnya penggunaan knalpot brong yang suaranya mengganggu ketenangan. Sebanyak 9.124 knalpot tidak sesuai standar berhasil diamankan, baik melalui pendekatan penegakan hukum maupun persuasif. Sebagian pemilik kendaraan bahkan secara sukarela menyerahkan knalpot mereka untuk diganti dengan yang standar.

Gubernur Dedi Mulyadi mengaku bukan orang baru dalam urusan ini. Sejak tinggal di kawasan Lembur Pakuan, ia sudah terbiasa menghentikan motor berknalpot brong yang melintas di depan rumahnya. Ia pun menyampaikan rencana konkret: pemerintah provinsi akan menyiapkan stok knalpot standar sebagai pengganti bagi pengendara yang terjaring razia, terutama bagi pemilik motor berharga di bawah Rp25 juta.

“Kalau motornya kelas Rp50 juta ke atas, jangan. Mereka sudah kelas menengah,” ujar Dedi dengan nada lugas namun mengundang tawa hadirin. Pendekatan yang tidak sekadar menghukum, melainkan juga memberikan solusi nyata ini mencerminkan gaya kepemimpinan KDM yang selama ini dikenal solutif dan membumi.

Kapolda juga menekankan bahwa seluruh operasi dilakukan secara kolaboratif — melibatkan TNI, Satpol PP, POM, dan berbagai elemen masyarakat. Patroli dialogis intensif terus dijalankan, terutama di kawasan rawan dan pada jam-jam rentan. Tim reaksi cepat gabungan pun telah disiapkan untuk bergerak setiap saat demi menjamin rasa aman warga, termasuk layanan pengawalan gratis bagi warga yang merasa tidak aman pulang sendirian.

Satu hal yang menjadi sorotan Kapolda adalah fakta bahwa sebagian besar pelaku kejahatan jalanan adalah kalangan remaja. Kondisi ini mendorong pihak kepolisian untuk segera meluncurkan program baru yang menargetkan peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka di malam hari. Program ini rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat bersama Forkopimda Jawa Barat.



Follow Widget