Angka itu mencerminkan laju investasi yang bahkan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya, dan menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi Indonesia terus menguat.

Tidak hanya soal investasi, kinerja pertumbuhan ekonomi nasional juga mencatat angka yang mengesankan. Ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 sebesar 5,61 persen. Angka itu kemudian sedikit terkoreksi secara rata-rata menjadi 5,45 persen untuk keseluruhan semester pertama 2026.

Prabowo menyebut capaian ini sebagai yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir, baik untuk pertumbuhan kuartal pertama maupun pertumbuhan semester pertama. Sebuah rekor yang tidak pernah tersentuh sejak lebih dari satu dekade silam.

Jika dirunut lebih jauh, capaian ini melampaui kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai periode pasca-pandemi, bahkan melampaui angka yang dicapai ketika harga komoditas global sedang berada di puncaknya. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari fondasi ekonomi yang makin kokoh.

Namun, di balik deretan angka membanggakan itu, Prabowo justru memilih untuk mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak terlena. Bagi Presiden, realisasi investasi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang kencang bukan merupakan tujuan akhir dari pemerintahannya.



Follow Widget