JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari empat juta pelaku usaha mikro dan kecil di sektor pangan olahan belum mengantongi sertifikasi BPOM. Fakta itu mendorong pemerintah bergerak cepat dengan meluncurkan program baru yang menjanjikan proses perizinan lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama Badan Pengawas dan Makanan resmi meluncurkan program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan pada Senin, 27 Juli 2026, di Kantor BPOM, Jakarta. Program ini hadir sebagai respons konkret atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar UMKM di Indonesia didukung secara optimal oleh seluruh instrumen negara.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis yang sudah lama dinantikan pelaku usaha kecil. Ribuan pedagang makanan rumahan, produsen camilan lokal, hingga pengusaha minuman kemasan selama ini menghadapi hambatan serupa: produk mereka belum dilengkapi legalitas yang diakui pasar luas.
“Kami berkolaborasi memberikan kemudahan fasilitas perizinan dan sertifikasi BPOM bagi UMK olahan pangan,” ujar Maman dalam peluncuran program tersebut.
Data Basis Data Tunggal Kementerian UMKM mencatat lebih dari enam juta pelaku usaha bergerak di sektor makanan dan minuman sepanjang 2025. Angka ini mencerminkan betapa besarnya potensi ekonomi yang tersimpan di tangan para pelaku usaha kecil yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.