SURABAYA, PUNGGAWANEWS – Sebuah keputusan mengejutkan lahir di tengah rapat koordinasi unggas nasional yang digelar di Surabaya, Jawa Timur. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara langsung meminta pencopotan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Surabaya, Tiara Devi, di hadapan seluruh peserta rapat. Alasannya tunggal: seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Surabaya belum menyerap telur dari peternak lokal.
Kejadian ini bermula ketika Amran meminta Kepala KPPG Surabaya, Kusmayanti, untuk memaparkan data SPPG yang belum melakukan penyerapan telur. Jawabannya mengagetkan: tidak satu pun SPPG di Surabaya yang telah membeli telur dari peternak. Data ini langsung memantik respons keras dari Mentan.
Amran lalu memanggil Tiara Devi untuk memberikan penjelasan. Koordinator BGN Surabaya itu berdalih bahwa penyerapan belum berjalan karena adanya persyaratan minimum pengiriman harian yang belum terpenuhi. Telur yang rencananya akan diserap berasal dari sentra produksi di Blitar, Magetan, dan daerah sekitarnya.
Namun penjelasan tersebut tidak memuaskan Amran. Bagi sang menteri, alasan teknis tidak cukup kuat untuk membenarkan kondisi di mana ribuan peternak masih menunggu kepastian pasar bagi hasil ternak mereka.
Pemerintah sebelumnya telah menginstruksikan seluruh SPPG untuk membeli telur langsung dari peternak. Kebijakan ini merupakan respons nyata terhadap anjloknya harga telur di berbagai daerah yang telah menekan pendapatan peternak rakyat selama beberapa waktu terakhir.




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.