JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Pemerintah mengambil langkah tegas. Sebanyak 504 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi ditutup secara permanen per 10 Agustus 2025, setelah dinyatakan tidak layak sanitasi oleh Dinas Kesehatan di seluruh Indonesia. Sementara itu, sekitar 3.000 dapur lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan menunggu nasib serupa jika tak memenuhi standar.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rapat koordinasi virtual bersama ribuan kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia. Rapat yang menggunakan platform Zoom itu bahkan melebihi kapasitas, dengan perkiraan peserta mencapai 3.000 hingga 6.000 orang dari jajaran pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut hadir dan membuka rapat dengan menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar urusan pemberian makan. Program ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kepala daerah dalam menekan stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, serta membuka lapangan kerja di wilayah masing-masing.
Kepala BGN menyampaikan bahwa penutupan 504 dapur itu merupakan tindak lanjut dari batas waktu yang telah diberikan kepada seluruh dapur yang beroperasi. Dapur-dapur yang sudah berjalan selama satu tahun atau lebih namun belum mengantongi Sertifikat Laik Sehat (SLS) dari Dinas Kesehatan dinyatakan tidak memenuhi syarat dan langsung ditutup permanen.
“Ini menyangkut nyawa anak-anak kita. Kita tidak bisa menurunkan standar,” tegas Kepala BGN dalam rapat tersebut.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.