BANDUNG, PUNGGAWANEWS – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menggelar inspeksi mendadak ke lokasi tambang batu ilegal di wilayah Jawa Barat, pada Kamis 6 Agustus 2026. Kali ini, temuan di lapangan mengungkap praktik penambangan terselubung yang beroperasi di balik izin pengolahan batu resmi — sebuah modus yang selama ini luput dari pengawasan.

Sidak tersebut langsung dipimpin Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM. Begitu tiba di lokasi, ia langsung mengkonfrontasi pengelola tambang yang mengklaim bahwa batu yang diolah berasal dari Sumedang. Namun drone yang diterbangkan sebelum kedatangan KDM membuktikan sebaliknya — aktivitas penambangan masih berlangsung di lokasi itu sendiri.

“Sebelum ke sini, saya pakai drone dulu,” ujar KDM kepada pengelola tambang. Rekaman aerial itu menjadi bukti kuat bahwa klaim “stok lama” yang dijadikan dalih hanyalah kedok untuk menutupi penambangan aktif yang terus berjalan setiap hari.

Perusahaan yang beroperasi di lokasi tersebut bernama Agrobumi. Pihak pengelola awalnya bersikukuh bahwa aktivitas yang berjalan hanyalah pengolahan batu dari stok yang sudah ada, bukan penambangan baru. Mereka menyebutkan bahwa batu asal Sumedang sudah tidak masuk lagi ke lokasi ini.

Namun KDM tak mudah diyakinkan. Ketika ditanya kapan stok tersebut habis, pengelola menyebut estimasi sekitar satu setengah bulan. KDM pun langsung menagih kepastian: setelah stok habis, tidak ada lagi produksi. Jawaban pengelola yang berputar-putar justru semakin memperkuat kecurigaan bahwa penambangan masih terus dilakukan secara diam-diam.



Follow Widget