JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah konkret dalam menangani masalah lahan gambut yang selama ini menjadi bom waktu bagi lingkungan Indonesia. Di penghujung sebuah diskusi panel ilmiah yang berlangsung seharian penuh, ia menyetujui pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) — sebuah lembaga yang selama ini dinantikan para ilmuwan dan praktisi lingkungan hidup di Tanah Air.
Pertemuan itu bukan diskusi biasa. Prabowo secara khusus mengundang para ilmuwan, profesor, dan peneliti dari berbagai institusi terkemuka — mulai dari ITB, IPB, UI, hingga tamu dari Universitas Nottingham, Inggris. Mereka hadir bersama perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, BRIN, BMKG, serta BNPB untuk membahas satu persoalan besar: bagaimana menyelamatkan jutaan hektare lahan gambut Indonesia dari ancaman kebakaran yang terus berulang setiap tahun.
Diskusi berlangsung dari pagi hingga malam hari. Hasilnya bukan sekadar rekomendasi di atas kertas — Presiden langsung merespons dengan keputusan nyata.
Salah satu kesimpulan utama yang disampaikan para ahli kepada Presiden adalah perlunya satu lembaga terpusat yang mengkoordinasikan seluruh data, izin pengelolaan, dan langkah pencegahan kebakaran gambut. Selama ini, penanganan gambut tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, tanpa satu komando yang terintegrasi. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu akar masalah mengapa kebakaran lahan gambut terus saja terjadi, musim demi musim.
Dengan keberadaan BPGMN, seluruh kewenangan itu akan dikonsolidasikan dalam satu atap. Data pemetaan, regulasi izin, hingga koordinasi respons darurat akan lebih mudah dikelola. Para ilmuwan yang hadir pun sepakat bahwa keberadaan badan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan kebutuhan mendesak yang sudah lama tertunda.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.