JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah langkah besar diambil Indonesia di tanah suci. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, yang lebih dikenal sebagai Danantara, resmi menyelesaikan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah beserta belasan kavling lahan pengembangan di Makkah, Arab Saudi. Nilai transaksi ini mencapai sekitar 2 miliar Riyal Saudi, atau setara Rp9,5 hingga Rp9,6 triliun — sebuah investasi yang disebut sebagai tonggak sejarah kehadiran negara dalam pelayanan jemaah haji dan umrah Indonesia.
Transaksi ini dilakukan melalui anak usaha Danantara Investment Management (DIM). Bukan sekadar membeli hotel, pemerintah Indonesia melalui langkah ini menargetkan terwujudnya “Kampung Haji Indonesia” di jantung kota suci, sebagai wujud nyata dari Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025.
Hotel yang diakuisisi bukan sembarang properti. Novotel Thakher Makkah adalah hotel bintang empat yang berdiri kokoh di kawasan Thakher, berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Bangunan ini terdiri dari tiga menara dengan total 1.461 kamar dan suite, serta saat ini mampu menampung sekitar 4.383 jemaah dalam satu waktu.
Selain hotel, Danantara juga mengambil alih 14 kavling lahan seluas sekitar 4,4 hingga 5 hektare yang berada di kawasan yang sama. Lahan inilah yang menjadi kunci dari rencana besar pemerintah ke depan, yakni membangun 13 menara tambahan beserta sebuah pusat perbelanjaan atau mal di area tersebut.
Jika seluruh rencana pembangunan rampung, proyek ini diperkirakan akan menghasilkan total 6.025 kamar yang sanggup menampung lebih dari 23.000 jemaah haji dan umrah sekaligus. Angka ini hampir enam kali lipat kapasitas hotel yang ada saat ini, dan menjadikan Kampung Haji Indonesia sebagai salah satu kompleks akomodasi terbesar milik negara asing di Makkah.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.