JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Angka kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus bergerak naik. Survei terbaru Poltracking Indonesia mencatat angka kepercayaan mencapai 64,8 persen pada Oktober 2026, melampaui hasil survei dua bulan sebelumnya yang berada di angka 63,2 persen. Tren ini menjadi sinyal bahwa modal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Dari total responden yang disurvei, sebanyak 10,8 persen menyatakan sangat percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, sementara 54 persen lainnya menyatakan cukup percaya. Gabungan dua kelompok ini membentuk angka mayoritas yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh rakyat Indonesia masih menaruh harapan besar pada pasangan pemimpin negara ini.

Survei yang dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026 itu melibatkan 1.220 responden warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metodologi ini memberikan gambaran yang cukup representatif tentang persepsi publik nasional.

Poltracking tidak hanya mengukur kepercayaan secara umum, tetapi juga menggali keyakinan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah. Hasilnya, sebanyak 61,3 persen responden percaya bahwa kebijakan Prabowo-Gibran pada dasarnya ditujukan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat kecil. Angka ini menjadi indikasi penting bahwa narasi pemerintah soal keberpihakan kepada rakyat bawah masih diterima dan dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.

Kepercayaan publik terhadap keseriusan kerja pemerintah juga tercatat positif. Sebanyak 62,1 persen masyarakat menilai pemerintah serius bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. Rinciannya, 12,4 persen menilai sangat serius, sementara 49,7 persen menyatakan cukup serius.



Follow Widget