JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Seorang pemimpin institusi sebesar Polri bisa saja berbicara soal anggaran, teknologi, atau reformasi birokrasi. Tapi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memilih memulai pesannya dari hal yang paling mendasar—hubungan antara polisi dan rakyat yang seharusnya tak pernah terputus.

Pada Minggu, 18 Oktober 2026, Suyudi menegaskan bahwa orientasi Polri harus senantiasa bertumpu pada kepentingan masyarakat. Bukan pada kepentingan institusi semata, bukan pula pada citra yang dipoles dari permukaan.

“Polisi memang sejatinya harus bersama masyarakat. Karena polisi berasal dari masyarakat. Dan tentunya tugas kita hari ini harus berbakti untuk masyarakat,” kata Suyudi dalam pernyataannya.

Kalimat itu bukan sekadar retorika seremonial. Di baliknya tersimpan komitmen yang menurut Suyudi harus diwujudkan lewat langkah-langkah konkret yang benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

Salah satu wujud nyata yang ia soroti adalah keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri—sebuah layanan yang dirancang untuk menjadi jembatan antara dunia kerja dan perlindungan hukum bagi para pekerja di seluruh Indonesia.



Follow Widget