Rangkaian upacara berlangsung penuh khidmat di geladak penerbangan kapal. Diawali dengan penurunan bendera Italia secara resmi, dilanjutkan pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh tamu undangan diminta berdiri dan menghadap bendera dalam momen yang syarat makna itu.

Setelah pembacaan keputusan resmi dan pernyataan peresmian oleh Panglima TNI, upacara dilanjutkan dengan penekanan tombol peresmian, pengukuhan komandan kapal, pembacaan doa, serta penandatanganan prasasti peresmian. Sesi foto bersama menutup rangkaian acara yang menjadi tonggak sejarah baru bagi kekuatan laut Indonesia.

Bagi TNI Angkatan Laut, hadirnya kapal induk pertama yang benar-benar beroperasi penuh ini merupakan lompatan besar. KRI Sriwijaya 100 membawa kemampuan proyeksi kekuatan udara-laut yang selama ini belum pernah dimiliki Indonesia. Dengan kapasitas mengangkut dan mengoperasikan pesawat udara dari atas laut, kapal ini mengubah secara signifikan peta kekuatan pertahanan maritim kawasan.

Nama Sriwijaya yang disematkan bukan hanya penghormatan terhadap sejarah. Ia adalah pesan yang jelas: Indonesia kembali ke kodratnya sebagai bangsa bahari yang berdaulat di lautan, mewarisi semangat kerajaan maritim yang pernah menguasai separuh jalur perdagangan Asia Tenggara lebih dari satu milenium silam.



Follow Widget