JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Presiden Prabowo Subianto turun langsung memimpin rapat darurat kebakaran hutan dan lahan yang masih menghanguskan ratusan hektare lahan di enam provinsi Indonesia. Di tengah kepulan asap yang membekap langit Kalimantan dan Sumatera, sinyal dari Istana Merdeka cukup tegas: pemadaman harus dipercepat dengan segala cara yang tersedia.
Rapat Terbatas yang berlangsung secara hybrid pada Rabu, 23 September 2026, itu menghadirkan laporan langsung dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dua lembaga ini menjadi garda terdepan dalam memantau pergerakan Karhutla yang selama berpekan-pekan mengancam kualitas udara jutaan warga.
Kabar baiknya, ada penurunan signifikan dibanding laporan minggu lalu. Jika pekan sebelumnya area terbakar yang belum berhasil dipadamkan masih menyentuh angka seribu hektare, kini angka tersebut turun drastis menjadi 209 hektare. Penurunan ini mencerminkan kerja keras di lapangan, meski perang api belum selesai.
Enam provinsi menjadi prioritas pengawasan ketat pemerintah pusat: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Keenam wilayah ini secara historis menjadi langganan Karhutla setiap kali musim kemarau panjang melanda. Tahun ini pun, pola yang sama kembali berulang.
Meski angka kebakaran membaik, situasi di lapangan belum sepenuhnya pulih. Kondisi asap masih cukup tebal di beberapa titik, terutama di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dua provinsi ini menjadi wilayah yang paling terdampak dalam sepekan terakhir.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.