JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sebuah keputusan besar tengah dimatangkan di Istana. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat terbatas yang membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di seluruh jenjang sekolah negeri — dari PAUD hingga SMA/SMK — sebuah langkah yang berpotensi mengubah wajah pendidikan Indonesia secara mendasar.

Rapat itu bukan sekadar rutinitas. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong pemerataan akses pendidikan, sesuatu yang selama bertahun-tahun menjadi janji yang lebih sering terucap daripada terlaksana.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan gratis akan mencakup seluruh sekolah negeri di Indonesia, mulai dari jenjang PAUD dan TK, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan. Total sekolah yang masuk dalam cakupan kebijakan ini mencapai sekitar 164 ribu unit di seluruh nusantara — angka yang mencerminkan betapa besarnya skala kebijakan ini jika benar-benar terwujud.

Kebijakan ini datang di saat jutaan keluarga Indonesia masih berjuang memenuhi biaya pendidikan anak-anak mereka. Meski sekolah negeri secara resmi sudah mendapat subsidi pemerintah, berbagai pungutan — baik resmi maupun tidak — masih kerap membebani orang tua. Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi celah yang mempersulit akses pendidikan.

Tak hanya berhenti di level sekolah menengah, Presiden Prabowo juga menginstruksikan agar dalam dua hingga empat minggu ke depan, pemerintah sudah memiliki rencana matang untuk mewujudkan pendidikan tinggi negeri yang bebas biaya. Ini mencakup penghapusan atau penanganan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal yang selama ini menjadi beban berat bagi mahasiswa dan keluarganya.



Follow Widget