Webinar yang digelar hari itu disebut sebagai “kickoff” — titik awal dari komitmen BGN untuk menjaga komunikasi berkelanjutan dengan jutaan guru di Indonesia melalui platform daring. BGN menyatakan akan terus menggelar sesi serupa secara rutin agar koordinasi lapangan berjalan efektif dan permasalahan bisa ditangani sebelum berkembang menjadi insiden.

Target jangka pendek BGN adalah memastikan seluruh guru di tiga wilayah awal — DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten — memahami dan menjalankan prosedur pengecekan ini dengan benar. Setelah itu, cakupan program akan diperluas bertahap ke seluruh provinsi hingga menyentuh angka 3,5 juta guru yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Langkah BGN ini menandai pergeseran signifikan dalam tata kelola MBG. Jika sebelumnya pengawasan bertumpu pada sistem distribusi dan dapur SPPG, kini lapisan tambahan dihadirkan langsung di titik konsumsi — sekolah. Guru menjadi mata dan telinga BGN di lapangan, memastikan setiap suap yang masuk ke mulut anak-anak Indonesia benar-benar aman dan layak.



Follow Widget