Ia mengutip semangat Bung Karno yang pernah berpidato agar seluruh pihak berjuang sekuat tenaga mengembangkan gerakan kepanduan, hingga suatu saat setiap anak dan pemuda Indonesia — baik mahasiswa di kota maupun penggembala kerbau di pelosok desa — dapat dengan bangga menyatakan diri sebagai Pramuka Indonesia.

Visi besar itu masih relevan enam puluh lima tahun setelahnya. Bahkan kini, di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial yang cepat, dan krisis karakter yang menghantui generasi muda, tugas Gerakan Pramuka terasa semakin berat sekaligus semakin penting.

Upacara Ulang Janji yang digelar di Cibubur malam itu bukan sekadar ritual. Ia adalah pengingat kolektif — bahwa panji yang pernah diserahkan Bung Karno kepada Gerakan Pramuka adalah amanah yang tidak boleh disia-siakan. Bahwa setiap Pramuka Dewasa yang berdiri mengucapkan janji malam itu menanggung tanggung jawab moral untuk meneruskan perjuangan membina generasi bangsa.

Jambore Nasional XII 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur menjadi panggung yang tepat untuk meneguhkan kembali tekad itu. Di tengah ribuan anggota Pramuka dari seluruh penjuru negeri, pesan Kak Budi Waseso bergema: saatnya Gerakan Pramuka menjadi pilar ketiga yang benar-benar kokoh, bukan sekadar nama dalam regulasi, melainkan kekuatan nyata yang mengantarkan kaum muda menjadi manusia Pancasila — siap menjayakan Indonesia.



Follow Widget