JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Ribuan Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia meninggalkan Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur dengan satu pesan yang terngiang: generasi muda harus menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional. Jambore Nasional XII Tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis, 20 Agustus 2026, menandai berakhirnya pertemuan akbar Pramuka yang berlangsung sejak 14 Agustus 2026 di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta Timur.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso. Di hadapan ribuan peserta yang hadir dari berbagai daerah—dari kota besar hingga pelosok desa, dari wilayah pegunungan hingga kawasan pesisir, bahkan dari daerah perbatasan dan wilayah terluar negeri—Budi Waseso menegaskan bahwa Jamnas kali ini bukan sekadar perkemahan biasa.

Tema besar yang diusung dalam Jambore Nasional XII, yakni “Berkarya, Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri Mendukung Swasembada Pangan,” menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Ketahanan pangan kini menjadi isu strategis nasional yang tidak bisa hanya diserahkan kepada orang dewasa.

Budi Waseso menyampaikan bahwa seluruh kegiatan selama Jamnas harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Pramuka yang terlatih, disiplin, dan kreatif adalah aset nyata bagi masa depan bangsa. Mereka bukan penonton, melainkan pelaku perubahan.

Dalam pidatonya, Budi Waseso secara khusus meminta para peserta untuk tidak pulang dengan tangan kosong. Ia mendorong setiap anggota Pramuka agar mengenali potensi pangan di daerah masing-masing. Pertanian, peternakan, perikanan, teknologi tepat guna, pengolahan hasil pangan, hingga kewirausahaan berbasis lokal disebut sebagai bidang yang harus mulai dipelajari dan digeluti sejak usia muda.



Follow Widget