Bapanas memandang langkah ini sebagai solusi dua arah: mengurangi limbah pangan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan akses pangan layak. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, memperluas edukasi kepada masyarakat, dan merapikan sistem pendataan serta pelaporan kegiatan penyelamatan pangan agar lebih terstruktur.

Peran ritel, menurut Nita, tidak berhenti pada urusan logistik dan distribusi semata. Gerai-gerai ritel juga bisa menjadi kanal edukasi langsung bagi konsumen.

“Ritel juga dapat menjadi sarana edukasi bagi konsumen untuk lebih bijak dalam mengelola pangan dan mengurangi sisa pangan,” ungkapnya.

Edukasi semacam ini penting karena sisa pangan tidak hanya terjadi di level distribusi, tetapi juga di rumah tangga. konsumen dalam berbelanja, menyimpan, dan mengolah makanan turut menyumbang angka waste yang signifikan setiap tahunnya.

Dari sisi data, tren keterlibatan dunia usaha dalam penyelamatan pangan menunjukkan arah yang menggembirakan. Berdasarkan catatan Platform Stop Boros Pangan Bapanas per 18 Juni 2026, sektor ritel telah menyumbang 8,8 persen dari total mitra penyelamatan pangan yang terdaftar di platform tersebut.



Follow Widget