JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Belasan ribu anggota Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia menyaksikan momen bersejarah di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa, 18 Agustus 2026. Di tengah semarak Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka 2026, dua lembaga besar resmi mengikat komitmen bersama demi masa depan ketahanan pangan bangsa.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menandatangani nota kesepahaman atau MoU yang menjadi penanda dimulainya era baru kolaborasi antara organisasi kepanduan terbesar Indonesia dengan wadah petani nasional. Bukan sekadar seremoni, kesepakatan ini membawa agenda nyata: membekali generasi muda dengan keterampilan pertanian, perikanan, dan peternakan sejak dini.

Penandatanganan MoU berlangsung di sela rangkaian Pentas Budaya IV Jamnas XII, sebuah momentum yang dipilih dengan penuh makna. Ribuan peserta jambore dari berbagai daerah hadir sebagai saksi langsung lahirnya kemitraan strategis itu.

Hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Dr. H. Sudaryono sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ia berdiri di hadapan ribuan Pramuka muda dengan satu pesan yang tegas dan menginspirasi.

“Bangga menjadi anggota Pramuka, rajin belajar, bekerja keras, terus berlatih, dan berani bermimpi menjadi pemimpin bangsa,” demikian inti pesan yang disampaikan Sudaryono kepada seluruh peserta Jamnas XII. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang bukan semata soal bakat, melainkan ditentukan oleh pendidikan, kerja keras, dan pengalaman berorganisasi.



Follow Widget