CIBUBUR, PUNGGAWANEWS – Tiga dekade setelah pertama kali menjejakkan kaki di Jambore Nasional pada 1996, Kak Adnan Purichta Ichsan kembali hadir di panggung Jamnas—kali ini bukan sebagai peserta, melainkan sebagai narasumber yang berbicara tentang masa depan generasi Indonesia.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan sekaligus mantan Bupati Gowa dua periode itu tampil dalam sesi Interactive Talk bertajuk “Gerakan Pramuka Mempersiapkan Pemimpin Muda Menyongsong Indonesia Emas 2045” di Jambore Nasional XII 2026 yang berlangsung di Buperta Cibubur. Kehadirannya bukan sekadar seremonial—ia membawa data, pengalaman, dan keyakinan tentang peran Pramuka yang melampaui seragam dan tanda kecakapan.
Di hadapan para peserta Jamnas XII, Kak Adnan membuka paparannya dengan fakta demografis yang mengejutkan sekaligus menggembirakan. Mengutip data Badan Pusat Statistik, ia menyebutkan bahwa 63 persen penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok Milenial, Generasi Z, dan Post-Generasi Z—sebuah komposisi yang jarang diperbincangkan dengan serius dalam forum kepanduan.
Angka itu bukan sekadar statistik. Bagi Kak Adnan, angka itu adalah janji sekaligus tanggung jawab. Pada tahun 2045, tepat saat Indonesia merayakan seabad kemerdekaannya, bangsa ini akan memasuki puncak bonus demografi—ketika jumlah penduduk usia produktif jauh melampaui mereka yang tidak produktif.
“Kita akan mendapatkan bonus demografi. Usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan usia non-produktif,” ujar Kak Adnan dalam sesi tersebut. “Oleh karena itu, kita berharap melalui Gerakan Pramuka, kita mampu membantu pemerintah dalam mempersiapkan generasi emas menyongsong tahun 2045.”



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.