Achmad Fauzan menutup pernyataannya dengan harapan agar distribusi BBM di Sulawesi Selatan berjalan sesuai ketentuan berkat koordinasi lintas sektor yang telah dibangun. Sebuah harapan yang wajar — dan sekaligus menjadi pengingat bahwa harapan saja tidak cukup bila tidak diikuti oleh tindakan yang bisa diverifikasi oleh publik.
Kini bola ada di tangan pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat. Warga Sulawesi Selatan menunggu — bukan hanya di antrean SPBU, tetapi juga menunggu bukti bahwa koordinasi yang diklaim itu benar-benar bekerja.
FAQ
Mengapa terjadi antrean panjang di SPBU Sulawesi Selatan?
Antrean panjang di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM, yang diperparah oleh kondisi kekeringan yang memengaruhi distribusi dan kebutuhan energi di sektor pertanian.
Apa langkah DPRD Sulsel untuk mengatasi kelangkaan BBM dan LPG?
DPRD Sulsel telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan stok BBM di 24 kabupaten/kota tetap tersedia, serta mendorong penambahan pasokan LPG untuk mendukung pompanisasi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Bagaimana cara memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran?
Pemerintah kabupaten dan kota diminta lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi BBM bersubsidi bagi petani dan nelayan, sementara pengawasan distribusi diperkuat melalui koordinasi antara Pemprov Sulsel, DPRD, Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.