BANTEN, PUNGGAWANEWS – Ada yang janggal dengan daftar penerima bantuan sosial di sekitar Anda? Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, punya jawaban tegas: laporkan, dan pemerintah siap membenahi. Bukan janji kosong, melainkan komitmen yang kini didukung sistem dan regulasi resmi.
Gus Ipul menegaskan hal itu saat ditemui di Grand Serpong Hotel, Tangerang, Banten, Rabu, 9 September 2026. Di hadapan awak media, ia menyatakan pemerintah tidak akan menutup-nutupi jika ditemukan kesalahan dalam data desil penerima bantuan sosial. Komitmen itu bukan sekadar basa-basi pejabat.
“Kalau ada data yang salah, akan kita segera mutakhirkan,” ujar Gus Ipul dengan nada lugas. Pernyataan itu sekaligus menjadi respons atas gelombang keluhan masyarakat yang belakangan ini makin ramai menyoal ketidakakuratan data penerima bansos di berbagai daerah.
Yang menarik, Gus Ipul justru melihat banyaknya keluhan itu sebagai tanda positif. Bukan indikasi kegagalan, melainkan bukti bahwa kebijakan keterbukaan data yang dijalankan pemerintah mulai menampakkan hasilnya. Masyarakat yang dulu buta terhadap siapa saja yang masuk daftar penerima bansos, kini punya akses untuk melihat, menilai, bahkan mempertanyakan data tersebut.
Keterbukaan ini bukan kebijakan dadakan. Semuanya berpijak pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, sebuah regulasi yang secara eksplisit mendorong pengelolaan data bantuan sosial agar lebih transparan dan partisipatif. Inpres inilah yang membuka pintu bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses pemutakhiran data.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.