JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras kepada para importir kedelai, Rabu, 10 Juni 2026. Siapa pun yang berani menaikkan harga kedelai secara sepihak, izin usahanya akan langsung dicabut.
Ancaman itu bukan sekadar gertakan. Amran menegaskan pemerintah memiliki instrumen nyata untuk menindak: rekomendasi impor yang selama ini menjadi pintu masuk bisnis kedelai ada di tangan Kementerian Pertanian. Tanpa rekomendasi itu, importir tidak bisa beroperasi.
“Kalau menaikkan, izinnya aku cabut dan aku tidak beri izin rekomendasi lagi,” ujar Amran dalam keterangannya. Pernyataan itu singkat, tapi nadanya jelas — pemerintah tidak sedang main-main.
Persoalan ini bermuara pada kekhawatiran terhadap nasib jutaan perajin tahu dan tempe di seluruh Indonesia. Mereka adalah kelompok usaha kecil yang sangat bergantung pada kedelai impor sebagai bahan baku utama. Setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, langsung terasa di kantong mereka.
Amran menilai para importir kedelai tidak punya alasan kuat untuk menaikkan harga. Selama bertahun-tahun, mereka telah menikmati keuntungan dari bisnis impor yang berjalan lancar. Mengambil langkah yang merugikan pelaku usaha di hilir, kata Amran, bukan hanya tidak etis — tapi juga tidak akan ditoleransi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.