“Ketika banyak program dan sifatnya masif, tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap melakukan pembenahan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulsel menyatakan dukungan penuh terhadap program ini—dan berharap cakupan SPPG diperluas hingga ke wilayah kepulauan dan daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel.

Di lapangan, Kepala BGN Sudaryono tampil tanpa basa-basi. Ia menyapa langsung siswa-siswa yang hadir dalam peresmian, menanyakan kelas mereka, mengingatkan para pengelola dapur untuk bekerja sesuai standar operasional prosedur, dan memberi pesan tegas: jangan tutupi ketidaksesuaian, jangan takut melapor.

“Jika Anda melihat dapurnya tidak sesuai standar, jangan ditutupi. Kalau sumber daya tidak cukup, usulkan untuk berhenti dulu, daripada menyebabkan keracunan makanan,” tegas Sudaryono.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pembukaan SPPG dilakukan langsung oleh BGN pusat—tanpa perantara, tanpa calo, tanpa pungutan. Pesan ini disampaikan keras dan jelas: siapa pun yang mengaku bisa “membuka dapur” dengan syarat bayar, adalah penipu.



Follow Widget