Peresmian ini juga menandai dicabutnya moratorium pembukaan dapur SPPG yang sempat diberlakukan sebelumnya. Sudaryono menegaskan, ke depannya pembukaan dapur akan dilanjutkan secara bertahap—pekan berikutnya di Kalimantan, lalu Bali, Sumatera, dan wilayah-wilayah lain dengan angka stunting tinggi serta kategori 3T.
Dari 480 SPPG yang diaktifkan serentak ini, terbagi atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Komposisi ini mencerminkan niat nyata untuk menjangkau daerah yang selama ini luput dari perhatian program-program nasional.
Gubernur Andi Sudirman tak menyembunyikan rasa syukurnya. Sulsel terpilih bukan semata karena lokasinya strategis, melainkan karena kebutuhannya yang nyata dan mendesak.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T,” kata Andi Sudirman. “Anak-anak di daerah 3T tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi.”
Namun di balik semangat peresmian itu, Gubernur juga menyampaikan catatan realistis. Program sebesar ini, dengan cakupan seluas ini, tidak bisa berjalan mulus begitu saja tanpa pembenahan yang serius dan bertahap.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.