Bagi UNM, bertambahnya seorang guru besar bukan sekadar angka statistik dalam peta akademik nasional. Setiap guru besar adalah pilar yang memperkuat reputasi universitas, memperluas jejaring riset, sekaligus menjadi magnet bagi calon mahasiswa dan mitra institusi.
UNM menyatakan optimisme bahwa penambahan guru besar ini akan semakin mengukuhkan posisi universitas sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing, tidak hanya di level nasional, tetapi juga di panggung internasional. Di bidang pendidikan jasmani dan kesehatan — yang selama ini belum mendapat sorotan sebesar bidang sains dan teknologi — kehadiran Prof. Ilham sebagai guru besar membuka babak baru pengembangan keilmuan.
Pengukuhan Prof. Ilham Kamaruddin hari ini juga menjadi pesan yang kuat bagi para dosen muda: bahwa jabatan akademik tertinggi bukan hanya milik mereka yang telah berambut putih. Dengan kerja keras yang konsisten dan visi yang tajam, usia 40 tahun bisa menjadi waktu yang tepat untuk berdiri di puncak pengakuan akademik.
Makassar, dan Indonesia, kini memiliki satu lagi suara akademik yang siap mendorong transformasi pendidikan jasmani dari pinggiran ke pusat panggung kebijakan pendidikan nasional.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.